Mitos atau Fakta Bahwa Kacang Adalah Makanan Penyebab Jerawat?

Makanan Penyebab Jerawat di Wajah: Mitos atau Fakta Bahwa Kacang Adalah Makanan Penyebab Jerawat?

“Jangan makan kacang! Nanti mukanya jerawatan lho…”  memang benar hal itu bisa teang menarrjadi? Atau cuman menjadi kabar burung yang meluas dari mulut ke mulut? Tapi memang tak dipungkiri ada kandungan lemak  didalam kacang, namun kandungan ini tidak sampai membuat penumpukan dan penyumbatan lemak pada pori pori kulit.

Kacang mengandung  sekitar  40 sampai 50 persen lemak,selain itu kacang tanah juga mengandung beberapa zat lainnya seperti protein, karbohidrat, lesitin, kolin, serta vitamin (A, B, C, D, E, dan K), kacang juga mengandung beberapa mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Banyak sekali manfaat yang terkandung dalam kacang bebera diantaranya dapat menghalangi radikal bebas, menurunkan tekanan darah dan kolesterol darah, menghindari tubuh dari serangan jantung, dan kacang juga dapat membantu ketahanan tubuh dan mencegah beberapa penyakit.

Lalu bagaimana hubungan kacang dan jerawat? Apa benar ini adalah makanan penyebab jerawat dan komedo?

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Colorado State University Departement of Health and Exercise dan juga riset yang dilakukan oleh American Academy of Dermatology, telah terbukti bahwa mitos kacang dapat menyebabkan jerawat itu tidak benar. Mereka berpendapat makanan seperti kacang tidak akan menyebabkan jerawat justru banyak manfaat yang terkandung di dalam kacang.

Justru makanan manis yang banyak mengandung gula dan tinggi karbohidrat lah yang justru menyebabkan jerawat. Konsumsi gula yang terlalu banyak akan meningkatkan kadar hormon insulin dalam darah yang selanjutnya akan memicu produksi hormon androgen, seperti yang telah kita ketahui sebelumnya hormon androgen akan memicu peningkatan aktivitas kelenjar minyak dan akan membuat produksi minyak meningkat sehingga terjadilah jerawat. Jadi sesungguhnya, konsumsi makanan yang harus dikurangi untuk mencegah timbulnya jerawat  adalah makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi. Hal itu dapat kita lakukan dengan mengurangi konsumsi gula dalam teh dan kopi, selain itu konsumsi kentang, roti-rotian dan nasi dalam menu makan kita pun sebaiknya dikurangi agar tidak terlalu berlebihan.

Mitos atau Fakta Bahwa Kacang Adalah Makanan Penyebab Jerawat?

Kacang penyebab jerawat terbantahkan: Kacang justru baik untuk melangsingkan tubuh

So ladies.. jangan takut lagi untuk makan kacang yah, karena kacang penyebab jerawat mitos lho.. karena ternyata kacang justru baik lho untuk kita yang sedang diet. Beberapa jenis kacang seperti  kacang pistachios, pine nuts, almond, dan walnuts justru dapat menekan pusat lapar kita di hipotalamus, dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama sehingga kita akan menjadi lebih jarang untuk makan, alhasil tubuh langsing dapat kita dapatkan.

Kalau kamu dulu pernah bertanya-tanya kacang penyebab jerawat mitos atau fakta, Pada penelitian yang dilakukan di Universitas Pennsylvania menyebutkan bahwa kacang mengandung LDL yang rendah dan antioksidan yang tinggi. Sedangkan kandungan karbohidrat kacang yang sebesar 27,65 gram/ 100 gramnya, membuat kita merasa kenyang lebih lama. Jadi tidak benar kalau makanan penyebab jerawat batu atau makanan penyebab jerawat meradang salah satunya adalah kacang.

Tak dipungkiri kacang memang mengadung lemak, lalu mengapa dapat membuat tubuh kita langsing? Hal ini dapat terjadi karena kandungan lemak dalam kacang tak sampai menyebabkan kegemukan. Bagaimanapun, tubuh tetap membutuhkan lemak setiap hari agar dapat beroperasi dengan baik. Lemak nabati dari kacang ramah bagi jantung dan tidak menyebabkan penyumbatan atau kolesterol berbahaya.

Ingin Memulai Transformasi Kulitmu? Temukan sebuah cara terkini untuk hilangkan jerawat, flek, kusam dan berbagai macam masalah kulit di bawah pengawasan dokter ahli. Mulai Perubahan Sekarang bersama LAVEES by Dr. Monita Skincare.

Written By
More from Lavees

Masalah Acne / Jerawat di Punggung dan Solusinya yang Wajib Kamu Ketahui

Jerawat dapat mempengaruhi kualitas hidup serta memberi dampak  sosioekonomi pada penderitanya, walaupun...
Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *